Jintan Hitam Pantas Untuk Dilirik

Ditulis: January 24th, 2012

Jintan hitam (nigella sativa), atau habbatussauda telah lama dikenal sebagai obat alami berbagai penyakit di Timur Tengah dan Asia. Nabi Muhammad saw dalam sebuah hadits shahih Al-Bukhari bersabda:

قال رسول االله صلى االله علیھ وسلم (علیكم بھذه الحبة السوداء فأن فیھا
شفاء من كل داء إلا السأم) والسأم ھو الموت رواه أبو ھریرة رضى
االله عنھ وأخرجھ البحاري

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw mengatakan “Gunakanlah jintan hitam, yang merupakan obat untuk segala penyakit, kecuali ‘As-Sam’ (kematian).

Kalangan medis kini semakin banyak memanfaatkan sifat terapeutik (pengobatan) jintan hitam dalam teknik-teknik ilmiah modern. Kemajuan dalam metode analisis kimia, fisiologi, farmakologi, mikrobiologi, dll telah menyebabkan banyak penemuan zat-zat aktif pada jintan hitam seperti: nigellicine, nigellidine, nigellimine-N-oksida, thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone, nigellone, timol, arvacrol, oxy-coumarin, 6-methoxycoumarin dan 7-hidroksi-kumarin, alfa-hedrin,steryl-glukosida serta aneka flavanoids, tanin, asam lemak esensial, asam amino esensial, asam askorbat, zat besi dan kalsium. Jintan hitam diketahui memiliki sejumlah efek farmakologi terapi seperti: analgesik, anti-inflamasi, antihistamin, anti-alergi, anti-oksidan, anti kanker, stimulasi kekebalan tubuh, anti-asma, antihipertensi, hipoglikemik, anti-bakteri, anti jamur, anti-virus dan anti-parasit. Bahkan dalam pengobatan hewan, selain efek pengobatan jintan hitam untuk penyakit menular, ada laporan bahwa penambahan biji jintan hitam ke dalam pakan kerbau dan domba meningkatkan berat badan dan reproduktivitas mereka. Penambahan biji jintan hitam ke dalam makanan anak ayam pedaging juga meningkatkan imunitas mereka.

Beberapa studi yang telah dilakukan di Universitas Raja Faisal di Dammam, Arab Saudi untuk melaporkan efek antijamur habbatussauda. Ekstrak biji jintan hitam dan turunannya, thymoquinone, ditemukan dapat menghambat beberapa jamur oportunistik seperti aspergillus niger, fusarium solani dan scopulariopsis brevicaulis dan banyak spesies dermatofit lain. Demikian pula, mengingat perkembangan resistensi terhadap antibiotik untuk Helicobacter pylori, sebuah
uji klinis yang dilakukan untuk menyelidiki aktivitas biji jintan hitam untuk pemberantasan H. pylori pada pasien
dispepsia non-ulkus menujukkan bahwa sifat anti-H. pylori jintan hitam sebanding dengan terapi standar. Laporan-laporan ini hanyalah sedikit dari banyak contoh potensi besar yang dimiliki jintan hitam.

Ratusan dan ribuan artikel penelitian yang tersedia di internet, yang diterbitkan di dalam berbagai jurnal medis internasional, telah menegaskan daya penyembuhan biji dan minyak jintan hitam. Ada banyak situs web yang mempromosikan produk-produk alami dari jintan hitam, baik berupa biji, kapsul bubuk biji, biji bubuk dengan teh, minyak, krim, salep, sampo, dll.